Home > compiz, distro linux, docs, GNU/Linux, install, installasi, Live CD, remastering, slax, tips, usb > USB LIVE, INSTALLASI, AND REMASTERING OF SLAX

USB LIVE, INSTALLASI, AND REMASTERING OF SLAX


Slax, merupakan distro turunan Slackware yang sudah merilis hingga saat ini mencapai versi 6.0.7 . Slackware adalah salah satu distro paling tertua dari distro terkenal lainya seperti Red Hat, Debian, Gentoo. Kata orang bilang distro Slackware distro yang paling sulit dan ditakuti karena mode text bangets. Distro Slackware distro yang paling sering digunakan oleh para veteran linux. Mungkin karena mode text bangets yang mereka sukai, dan juga lebih ringan dan stabil ketika mereka memakainya.

Slax distro yang kecil, hanya sekitar 190 MB sizenya. Dengan sedikit tambahan aplikasi kita sedah dapat memutar mp3 sambil internetan, sambil mengerjakan tugas dengan Open Office juga bisa. 😛 .

Oke, Untuk bahannya yang disiapin antara lain:

1. USB LIVE
a. File ISO Slax yang bisa di download di sini (ISO) atau di sini (TAR)
b. USB Flash 250 MB atau yang lebih besar.
c. Disk Format Tool (untuk memformat USB Flash). Contoh Tool bisa didownload di sini (untuk win), untuk *nix bisa pake perintah fdisk.

2. INSTALLASI
a. File ISO Slax yang bisa di download di sini.
b. Slax GUI Installer yang bisa di download di sini.
c. Satu partisi dengan size kurang lebih 3500 MB atau lebih.
d. Sebuah partisi swap (sesuaikan dengan 2 atau 3 kali ukuran RAM Disk ).

3. REMASTERING
a. Linux Live Script bisa didownload di sini.
b. Kernel Header (optional) bisa didownload di sini.
c. Paket-paket tambahan aplikasi (modul lzm) bisa didownload di sini (slax.org) atau di sini (backtrack.serveftp.com) atau di sini (nimblex.net)

Setelah bahan sudah dipersiapkan, selanjutnya mari memasakkkkkkkkk lagiiiiii … :mrgreen:

1. USB LIVE SLAX

Untuk dapat booting dari USB LIVE menggunakan Slax langkahnya adalah:
a. Menyetting BIOS agar dapat booting dari USB DISK.

Ini adalah syarat utama / mutlak. Jika BIOS anda tidak support untuk bisa boot dari USB Disk, maka anda bisa menggunakan Floppy sebagai loncatan agar bisa boot dari USB Disk. Tapi saya tidak membahasnya. Gugling coba. lanjut…

b. Memformat USB Flash / DISK dengan Disk Format Tool.

Format file system yang pernah saya gunakan FAT32. Tapi memungkinkan juga kita menggunakan file system EXT2 untuk di linux.

c. Extrak file TAR slax-6.0.7.tar ke dalam folder USB-LIVE

bash-3.1# tar -xf slax-6.0.7.tar -C USB-LIVE

d. Kopi folder boot dan slax ke USB Disk.


bash-3.1# cp -R boot/ /mnt/sdb1/
bash-3.1# cp -R slax/ /mnt/sdb1/
bash-3.1# ls -al /mnt/sdb1/
total 16
drwxrwxrwx  4 root root 8192 Aug 20 23:10 .
drwxr-xr-x 16 root root  384 Aug 19 09:38 ..
drwxrwxrwx  5 root root 4096 Aug 20 23:10 boot
drwxrwxrwx  7 root root 4096 Aug 20 23:11 slax
bash-3.1#

e. Execute file bootinst.sh

Eksekusi file bootinst.sh yang ada di folder boot/ agar USB Disk bisa booting.


bash-3.1# /mnt/sdb1/boot/bootinst.sh

Slax boot Installer

Slax boot installer finish

reboot dan coba rasakan hasilnya. :mrgreen:

Booting Slax via USB

NB: Cara ini juga bisa dilakukan untuk bikin backtrack boot via usb. Hanya mengekstrak file ISO nya. lalu mengeksekusi booinst.sh (untuk linux) dan bootinst.bat (untuk windows).

2. INSTALLASI SLAX

Untuk Installasi slax ada 2 metode:

a. Real

Untuk Opsi Real, Slax akan dijalankan real atau nyata seperti ketika kita menginstall distro lainnya. Caranya sangat mudah. Eksekusi Slax GUI Installer

slax GUI installer

pilih source live USB dan target partisi ( 3500 MB) yang akan diinstall.

atau bisa juga menggunakan command Line HardDisk Installer For Slax. Download di sini


bash-3.1# bt-cl_installer.sh /boot /mnt/sda5 /dev/sda

b. Live

Untuk metode live, caranya sama dengan metode USB-LIVE. hanya saja perlu diperhatikan opsi root devicenya saat pemanggilan di Bootloader.

Contoh dengan Grub:

title           Slax 6.0.7 LIVE
root            (hd0,6)
kernel          /boot/vmlinuz ramdisk_size=6666 root=/dev/ram0 vga=791 rw autoexec=xconf;telinit~4 changes=/slax/
initrd          /boot/initrd.gz

tambahkan opsi changes=/slax/ agar setiap perubahan pada sistem live bisa disimpan, dan telinit~4 untuk GUI atau 3 untuk terminal mode.

3. REMASTERING SLAX

Saya tidak tahu pasti cara mana yang lebih fleksibel atau mudah dalam remastering slax. Karena setelah gugling sana gugling sini akhirnya menemukan cara yang paling mudah dalam remastering. Pokok utama yang mesti diperhatikan adalah:
-. initrd.gz
-. vmlinuz
-. nama distro yang bersangkutan.
-. Paket aplikasi lzm.

Oke dari pada ngomong ngalor-ngidul gak karuan, kita coba remastering sederhana dulu.

## REMASTERING SEDERHANA

a. Bekerja di direktori root.

agar saat proses remastering, file2 yang kita pakai tidak disertakan dalam hasil remastering. maka kita bekerja di direktori /tmp/remastering (misalnya).

b. Ekstrak linux-2.6.24.3-i486-1.tgz .

bash-3.1# cd /tmp/
bash-3.1# mkdir remastering
bash-3.1# cd remastering/
bash-3.1# tar -xzf linux-live-6.2.4.tar.gz

c. Eksekusi file build yang sudah diekstrak.


bash-3.1# cd linux-live-6.2.4
bash-3.1# ./build
Changing current directory to /tmp/remastering/linux-live-6.2.4
Name of your live distro [hit enter for mylinux]: deanet

beri nama distro nya (deanet misalnya)


Linux Live scripts were installed successfuly in /
Enter path for the kernel you'd like to use [hit enter for /boot/vmlinuz]:

tekan enter untuk menggunakan kernel yang sedang berjalan (slax 6.0.7: 2.6.24.5 ).


d. Tunggu sampai proses kompresi selesai. Dan hasil remaster bisa dilihat di dalam folder /tmp/live_data_xxxx . Dimana xxxx adalah angka random.

proses remaster sederhana

Langkah selanjutnya adalah Testing. Untuk testing, anda bisa menggunakan LIVE USB, atau membuat File ISO dan memboot nya dari CD ataupun emulator sperti qemu.

Oke, untuk testing via LIVE USB caranya sama dengan Nomor 1 (USB LIVE). Kopi kedua folder yang berada di folder /tmp/live_data_xxxx

Untuk bikin file ISO, tinggal execute file make_iso yang berada dalam folder /tmp/live_data_xxxx/deanet/

bash-3.1# ls
boot  deanet
bash-3.1# ./deanet/make_iso.sh
Target ISO file name [ Hit enter for /tmp/deanet.iso ]:

okeh, kalo file ISO udah jadi, kalo mau pake emulator (qemu) bisa dengan perintah

bash-3.1# qemu -cdrom deanet.iso -no-kqemu

Jika belum ada qemu, bisa install paketnya

bash-3.1# lzm2dir qemu-0.9.1-i686-1.lzm /


Tips:

## REMASTERING dengan CUZTOMIZE KERNEL.

Untuk cara ini caranya sama dengan yang remastering sederhana, hanya saja ketika tidak ingin menggunakan kernel yang sedang berjalan (slax 6.0.7: 2.6.24.5 ) dapat menggunakan kernel header yang sudah disiapkan sama linux-live.org

a. buat folder kernel-header di /tmp/remastering dan ekstrak linux-2.6.24.3-i486-1.tgz ke folder kernel-header


bash-3.1# pwd
/tmp/remastering
bash-3.1# mkdir kernel-header
bash-3.1# tar -xzf linux-2.6.24.3-i486-1.tgz -C kernel-header/
bash-3.1# ls kernel-header/
boot  etc  lib  usr
bash-3.1#


b. ikuti langkah a,b,c pada ## REMASTER SEDERHANA, hanya saja ketika memilih kernel, pilih kernel header dari kernel header yang sudah diekstrak


Enter path for the kernel you'd like to use [hit enter for /boot/vmlinuz]: /tmp/remastering/kernel-header/boot/vmlinuz


Creating LiveCD from your Linux
some debug information can be found in /tmp/linux-live-debug.log
copying cd-root to /tmp/live_data_23068, using kernel from /tmp/remastering/kernel-header/boot/vmlinuz


## Rahasia Lainnya.


bash-3.1# ./tree ..
..
|-- boot
|   |-- bootinst.bat
|   |-- bootinst.sh
|   |-- chain.c32
|   |-- dos
|   |   |-- config
|   |   |-- loadlin.exe
|   |   |-- deanet.bat
|   |   `-- readme.txt
|   |-- initrd.gz
|   |-- isolinux
|   |   |-- isolinux.bin
|   |   `-- isolinux.cfg
|   |-- liloinst.sh
|   |-- mt86p
|   |-- syslinux
|   |   |-- lilo
|   |   |-- mbr.bin
|   |   |-- syslinux
|   |   |-- syslinux.cfg
|   |   |-- syslinux.com
|   |   `-- syslinux.exe
|   |-- vesamenu.c32
|   `-- vmlinuz
`-- deanet
|-- LICENSE
|-- base
|   |-- 001-core-kustom.lzm
|   |-- 002-xorg.lzm
|   |-- 003-desktop-kustom.lzm
|   |-- 004-kdeapps.lzm
|   |-- 005-koffice.lzm
|   |-- 006-devel.lzm
|   `-- 007-setingan-dekstop.lzm
|-- livecd.sgn
|-- make_iso.bat
|-- make_iso.sh
|-- modules
|-- optional
|-- rootcopy
|-- tools
|   |-- WIN
|   |   |-- config
|   |   |-- cygwin1.dll
|   |   `-- mkisofs.exe
|   |-- activate
|   |-- deactivate
|   |-- deb2lzm
|   |-- dir2lzm
|   |-- liblinuxlive
|   |-- lzm2dir
|   |-- mksquashfs
|   |-- tgz2lzm
|   `-- unsquashfs
`-- tree

11 directories, 37 files

Diatas adalah susunan direktori dari Hasil Remastering.

– Untuk menambahkan paket tanpa proses remaster bisa ditambahkan ke dalam direktori modules.

File under direktori tools adalah tools2 yang digunakan untuk:
a. Mengaktifkan dan menonaktifkan modul.
b. Mengubah paket debian menjadi lzm
c. Mengubah paket lzm menjadi direktori
d. Mengubah paket tgz menjadi lzm.
e. Kurang lebihnya sperti itu, yang lain cari tahu sendiri 😛

beberapa file menarik:

make_iso.sh / bat , bootinst.sh / bat, syslinux.cfg, isolinux.cfg.

Untuk menambahkan paket pada saat live (on the fly) bisa dengan:

lzm2dir nama_paket /

Dan masih banyak tips yang lainnya yang tidak dapat di tulis di sini karena terlalu panjangggggg…. :mrgreen:


referensi:

slax.org
remote-exploit.org
backtrack.serveftp.com
nimblex.net
linux-live.org
– google tentunya 😛

keywords: usb, live, installation, slax, remastering, remaster, tips, tricks, slackware

oiya lupa … 😀

thx 2 w3hol for help information … :mrgreen:

Advertisements
  1. T
    August 23, 2008 at 7:10 pm

    very nice

  2. T
    August 23, 2008 at 7:12 pm

    Can you give me the link to icon pack ?
    thanks

  3. August 25, 2008 at 8:39 am

    hi T ..
    thanks for revisting

    i’m using kneu icon for KDE packs here for download :

    http://www.opentux.com.ar/lordcrow/packs/kneu.html

    and also using beryl emerald theme on here .. http://www.kde-look.org/index.php?xcontentmode=103

    many themes what do u want 🙂

    semoga membantu 🙂

  4. T
    August 25, 2008 at 3:18 pm

    ^thanks for the links. That icon theme is nice
    I’ve added your blog to my blogroll :p

    regards

  5. August 27, 2008 at 7:50 am

    busyett…

    mumet….. alon2 :-<

  6. September 4, 2008 at 10:12 am

    wah benar-benar hebat ilmu Linuxnya mas. Eh mas atau mbak? sorry kalau salah lo 😛 jangan diambil hati 😀 Saya masih newbie dalam Linux nich. Kapan-kapan mohon pencerahannya ya. Oh ya salam kenal ya.

  7. September 4, 2008 at 3:11 pm

    @dobelden ..
    ni uda alon2 waton kelakon .. 😆

    @Indra ..

    iyach nih, saya jg masi newbi … lam knal balik .. thx 4 visiting.. 😉

  8. ariefdj™
    September 5, 2008 at 2:24 am

    ah.. nice info.. unfortunately, i didn’t use Linux again since a few years ago… 🙂 ..

  9. September 5, 2008 at 2:33 pm

    @arief .. napa gak pake linux lage ?? data na ilang smua yakh ?? itu mah biasa … 😆 … cobain lage deh … pasti kecanduan nikmatnya pake linux … :mrgreen:

  10. September 9, 2008 at 9:35 am

    kalo paket aplikasi kita rpm brarti jadiin lzm dulu yah..? gitu ?
    kalo selain rpm gimana ? sama ajah ?

    mengenai Driver support bagaimana ?
    di jadiin lzm juga ?

    tengkyu

    http://galeter.wordpress.com

  11. September 10, 2008 at 5:43 pm

    @ galeter .. iyaks …

    mesti lzm kalo modul na mo di insert ..
    kalo tgz ( paket binary slackware) tinggal diubah pake tgz2lzm, kalo debian ya pake deb2lzm .. n kalo mas galeter uda punya binary nya tinggal pake dir2lzm …

    driver support y sama ajah … intinya customize dulu paket2 nya (dalam keadaan terinstall) … terserah nanti baru di kompress ke lzm ato pake kompress an laen .. :mrgreen: ..

    semoga membantu …

  12. Cy
    September 11, 2008 at 3:51 am

    iya .. memang membantu..

    eQ lg mendevelop distro sendiri neh..
    puciiink.. bro..
    eh.. kalo ane liat ..oficial siteX slax..
    sepertinya belum bgt bnyk yah..
    aplikasi yang di support..
    iya gituh..? menurut mu ..?

    Anyway kita di mudahkan oleh lzm itu yah ?
    di mudahkan ATO malah di sulitkan seech..? :mrgreen)

    Baedweh
    Tq.. udah jalan ke gubuk saya yah.

    http://galeter.wordpress.com

  13. September 11, 2008 at 3:37 pm

    @Cy

    iya kek na … tapi uda byk yg bikin modul sndiri koq. kek d nimblex, trus di wiki na backtrack, satu na lagi mana tuh aq lupa .. coba obok2 referensi di atas ..

    lzm itu sbnernya jenis teknik algoritma kompresi ajah (cmiiw), jadi seperti aufs, unionfs, squashfs, dll .. klo ndak salah lho.. aq jg baru bljar ngoprek fs ni .. :mrgreen:

    kalo di bilang mudah ya mudah, .. cos kalo ndak nemuin paket yg kita inginkan di inet, tinggal konvert pake tgz2lzm ajah .. kalo mo enak lagi pake pkgtool (bawaan slackware) yg uda di include … tinggal jalankn perintah pkgtool ..

    menurtuku lagi lzm itu kompresi paling TOP BGT .. bisa sampe 3-4 kali lipat ketika file na diekstrak .. 😆

    sama2 ..

  14. Cy
    October 11, 2008 at 8:28 am

    TENG KYU BRUR.. sungguh berguna ini info kamu.

    … singkat ajah..

    i need your support in relationship 🙂

    bravo

    http://galeter.wordpress.com

  15. October 11, 2008 at 7:37 pm

    yup sama2 🙂

  16. January 10, 2009 at 9:55 am

    kalo buat laptop eee pc sama gag yah?

    • January 13, 2009 at 7:26 pm

      @Hilal .. sama aja .. tapi itu kernel default nya pake Intel X86 .. kalo mo processor yang lain sperti AMD coba kompail kernel yg baru …

  17. vercaso
    March 12, 2009 at 3:13 pm

    aku pake live usb.
    aku udah sampe pada tampilan yang terakhir pada gambar. masalahnya, setelah aku pilih salah satu dr 5 pilihan tersebut, kemudian ada proses, trus berhenti dan cd-rom ku muter2 terus dan ada perintah aku disuruh masukin live cd….. itu gmn mas?
    bales ke e-mail ya…. trimakasih

  18. March 13, 2009 at 4:39 am

    pessannya seperti apa ?.. insert cd rom ? insert modul ? .. bisa d cek dl cdrom / iso na rusak pa nggak dengan md5sum / sha1sum ..

    tq

  19. shifan2008
    August 21, 2009 at 7:57 pm

    tolong bagaimana caranya utk disable usb v.2.0 pada Backtrack 3 USB Live? pleaaazeee…

    • August 22, 2009 at 5:28 am

      disable ?? koq malah di-disable ? setahuku itu main di HAL nya .. lupa ^^ .. or kalo mo cara cepet, ilangin aj di fstab nya …

      semoga membantu 🙂

  20. October 19, 2009 at 2:18 pm

    Thanks.. banyak membantu…

  21. tyo
    May 13, 2010 at 9:39 am

    untuk membuat linux slax jadi xp saya telah menggunakan karamba dan kde xp tp knp tuk starbarnya tidk seperti xp y?
    mhon pencerahannya

    • May 13, 2010 at 2:31 pm

      wah… g tau mas e, dulu saya pernah dapet task bar mirip xp.. tp lupa link nya dari mana … coba googling dulu mas e… ini saya kasi contoh keyword na:

      xp theme for linux

      • tyo
        June 9, 2010 at 8:14 pm

        saya dah bisa instal namun hasilnya karamba tak berjalan padahal ikonnya sudah ada di desktop

      • tyo
        June 9, 2010 at 8:19 pm

        untuk kde-xp sya ganti karamba tapi karamba tidak running…..knp ya mas?

    • June 17, 2010 at 5:40 pm

      utk karamba bisa d cek lagi mungkin applet nya memang ga bisa jalan… coba pake applet lain.. sejauh ini saya mencoba oke2 saja

  22. hary
    May 29, 2010 at 2:41 pm

    msh bngung ney???

  23. June 17, 2010 at 5:40 pm

    bingunggnya dimna nya ??

  24. October 9, 2012 at 6:15 am

    Mantap.. BIsa di jadikan acuan di Forum Slax Indonesia.
    oh iya jangan lupa yah pada ngumpul di FSI [Forum Slax Indonesia]

    http://openslax.org/forum/

    Makasih deanet… 🙂

  1. September 7, 2008 at 10:25 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s